Home » All posts
GAMBAR OEMBOEL #2
Diposting oleh Unknown on Jumat, 12 Desember 2008
More about → GAMBAR OEMBOEL #2
Label:
Mainan
KOTAK SIRIH
Diposting oleh Unknown on Kamis, 11 Desember 2008
Bingoeng djoega maoe tjerita apa soal barang pemberian Indy (kawan sekerdja) ini. Nasibnja sama seperti tjap batik berbahan kajoe dari Faoel. Doea kawan ini sama-sama tidak poenja banjak tjerita soal barang masing-masing jang akhirnja dihibahkan ontoek blog ini.Indy hanja bilang kalaoe kotak sirih ini doeloe poenja simbahnja, jang tidak soeka njirih. Makanja dia djoega heran kenapa ada itoe barang. Tjeroek-tjeroek di kotak sirih itoe, masing-masing berfoengsi oentoek menaroeh sirih, tembakaoe, gambir, maoepoen indjet (sematjam kapoer gitoe).
Selama bertahoen-tahoen, itoe barang tjoema djadi gandjal pintoe roemah. Giliran saja jang heran sekarang. Kok tega-teganja mendjadikan barang sebagoes itoe sebagai gandjal pintoe. Makanja, begitoe ditawari, dengan senang hati langsoeng sadja saja ijakan sadja.
Label:
Perkakas roemah tangga
PERMEN TJETJAK
Diposting oleh Unknown on Selasa, 09 Desember 2008
Orang kota menjeboet permen ini permen tjitjak. Tetapi, saja dan kawan sebaja waktoe ketjil di kampoeng doeloe menjeboetnja dengan bahasa Djawa; permen tjetjak. Tjetjak adalah bahasa Djawa dari tjitjak. Djadi, tak djaoeh beda sebetoelnja, ketjoeali jang satoe pakai hoeroef “i”, jang satoe lagi pakai “e”.Selain karena memang soeka perman tjetjak, doeloe, kami membeli permen djenis ini biasanja djoega karena tertarik dengan hadiah jang ditawarkan. Memang, pada saat itoe, permen ini djoega didjoeal dalam kemasan jang didalamnja ada lotere, beroepa goeloengan kertas jang memoeat angka-angka, jang kemoedian ditjotjokkan dengan angka jang tertera pada hadiah jang djoega ditempel di rentengan permen tjetjak itoe.
Liboer Idoel Adha tempo hari kebetoelan saja poenja kesempatan poelang kampoeng. Pagi-pagi, iboe saja soedah bersiap hendak koelakan ke Pasar Klewer, satoe-satoenja pasar tradisional di kampoeng kami. Dari pasar itoelah saja medapatkan permen tjetak jang di kemasannja bergambar Bobo, tokoh jang sekaligoes djoega mengingatkan saja akan batjaan di waktoe ketjil doeloe, jakni Madjalah Bobo.
GENDOEL LIMOEN
Diposting oleh Unknown on Senin, 08 Desember 2008
Akhirnja, setelah ngoeplek Solo hanja menemoekan bekas pabriknja, dan gagal memboedjoek pemilik waroeng toea di Klaten oentoek melepas satoe saja (dari sekitar sepoeloeh) gendoel limoennja, dapat djoega barang jang saja tjari-tjari.Tak tanggoeng-tanggoeng, berkat kebaikan Adit, kawan saja di Harjo, enam gendoel limoen langsoeng di tangan. Adit bilang, di Djogdja memang masih loemajan banjak waroeng jang menjediakan minoeman djenis ini. Tjoema, di antara sekian banjak pendjoeal itoe, soesah djoega mentjari pedagang jang maoe merelakan barang satoe ataoe doea gendoelnja oentoek dibeli. Rata-rata mereka hanja bersedia mendjoel isinja. Salah satu alasan mereka adalah; toetoepnja soedah tidak ada jang memprodoeksi.
Kekhasan gendoel limoen ini memang terletak pada toetoepnja. Dari sedjoemlah gendoel jang didapat itoe poen, hanja doea jang menjisakan petoendjoek. Satoe bertoeliskan: J. VAN GORKOM & Co. DJOKJAKARTA, satoe lagi bertoeliskan MINERAAL WATER FABRIEK WELTEVREDEN JOUW BOEN SENG.
Waktoe ketjil doeloe, saja ingat betoel, iboe poenja satoe gendoel limoen matjam ini, jang waktoe itoe digoenakan oentoek wadah minjak goreng. Sebab, saja memang biasa disoeroeh membelikan iboe saja minjak goreng menggoenakan gendoel itoe.
Label:
Perkakas roemah tangga
WAJANG KARDOES
Diposting oleh Unknown
Waktoe ketjil doeloe, djika ada tetanggan nanggap wajang koelit, selain aneka makanan dan mainan tradisional, saja soeka minta dibelikan wajang kardoes. Bagi saja, jang oenik dari wajang djenis ini adalah, djoetsroe ketika pemboetanja mempertahankan keorisinalan sisi kardoes jang bergambar, sehingga kita bisa dengan gampang mengenali dari bekas kardoes apa wajang itoe diboeat. Kebanjakan, bekas kardoes rokoklah jang mereka pakai.Setelah itoe, baroe pada sisi polos (dalam) kardoes itoe mereka memboeboehkan tjat sesoeai tokoh wajang jang mereka pahat. Gapit wajang djenis ini djoega oenik, bilah bamboe jang ditempel loeroes begitoe saja, tanpa kelok lajaknja gapit wajang jang terboeat dari tandoek itoe.
Nah, beberapa waktoe laloe, di kampoeng tetangga ada jang kebetoelan nanggap wajang. Meski djoelan jang dioesoeng pada pedagang sebagian berganti mainan djaman sekarang, roepanja wajang kardoes masih dipertahankan.
Hanja, kini kardoes jang digoenakan soedah bergeser poela ke prodoek lain, soesoe misalnja. Namoen hal lain, soal pewarnaan, gapit, model pahatan masih sama dengan wajang kardoes jang saja kenal di waktoe ketjil doeloe.
Selain djenis ini, doeloe, saja mengenal djoega wajang kardoes polosan. Biasannja menggoenakan bekas kardoes besar berwarna tjokelat, jang tjoema dipahat dan digapit, tanpa ada proses pewarnaan sama sekali. Belakangan, saja djoega mengenal wajang karton. Sesoeai namanja, wajang ini diboeat dari karton, dengan koealitas pewarnaan jang lebih baik, serta gapit jang meski berbahan bamboe poela namoen soedah dimodel lekoek, seperti gapit wajang beneran.
PELPLES U.S. VOLLRATH 1945
Diposting oleh Unknown on Jumat, 05 Desember 2008
Semoela saja abai terhadap barang ini. Sisa perlengkapan waktoe ikeot Mapala di kampoes OENS doeloe, jang semendjak saja tidak aktif lagi, laloe barang ini djadi onggokan di keboen belakang roemah, bersama "sampah" lainnja.Namoen, setelah tertarik mengoempoelkan barang djadoel, toemboeh poela minat saja terhadap barang ini. Saja poengoet , laloe saja bersihkan. Ternjata, masih loemajan bagoes djoega kondisinja, ketjoeali rantai penghoeboeng antara taboeng dan toetoep jang soedah roesak dan tidak tertolong lagi.
Jang kemoedian memboeat saja senang adalah keterangan jang saja peroleh atas barang ini, bermodal tjap di bagian bawah pelples terseboet; jakni U.S. VOLLRATH 1945. Dari hasil berselantjar di Internet, saja djadi tahoe tjap itu menoendjoekkan bahwa pelpes terseboet diprodoeksi oleh peroesahaan VOLLRATH-peroesahaan jang menjediakan canteen set oentoek pasoekan AL AS pada Perang Doenia II-di Sheboygan, Wisconsin, pada tahoen 1945. di bagian dalam toetoep pelples itoe djoega terdapat toelisan; US 1945 AJ serta hoeroef G dalam lingkaran.
Label:
Out of Stock,
Perkakas roemah tangga
DE HOOP
Diposting oleh Unknown on Kamis, 04 Desember 2008
Sebeloemnja, agar tidak terdjadi salah paham di antara kita, saja maoe djelaskan doeloe bahwa gedoeng jang ada di foto di atas adalah boekan salah satoe koleksi barang djadoel saja. Gara-gara gentjar berboeroe gendoel limoenlah saja djadi tahoe di Solo, doeloe, terdapat satoe pabrik limoen, ja De Hoop itoe, jang kini tinggal gedoengnja sadja, alias soedah tidak prodoeksi limoen. Kini, gedoeng itoe mendjadi goedang.Dari Hadi, 64, dan Soewono, 61, toekang betjak dan toekang bikin betoel dandang jang mangkal di depan gedoeng itoe saja memperoleh informasi bahwa De Hoop didirikan pada tahoen 1920-an. Selain limoen, waktoe itoe, De Hoop djoega memprodoeksi saboen jang di permukaannja ada gambar salaman (djabat tangan).
"Itoe djoega kata para orang toea doeloe," tutur Soewono soal tahoen berdiri De Hoop jang diseboetnja.
"Jang saja ingat betoel, pas banjir besar tahoen '66, pintoe depan pabrik itu ambrol. Kemoedian orang-orang menjelematkan diri dengan memandjat tembok gedoeng itoe. Kalaoe tidak salah djoega, pabrik itoe tutup habis bakar-bakaran kingkong sekitar tahoen 1978," imboeh Hadi.
Saja sendiri tidak menemoekan informasi maoepoen data apa poen ketika mentjoba mentjarinja di Internet, baik itoe dengan kata koentji De Hoop maoepoen limoen, dan sebagainja. Barangkali ada jang lebih tahoe?
