TJAP BATIK DARI KAJOE

Diposting oleh Unknown on Kamis, 27 November 2008

Djoedjoer sadja, saja tidak banjak tahoe soal benda ini. Maka, saja hanja mengoetip sadja penoetoeran Faoel, kawan sekerdja saja asal Pekalongan, jang menghibahkan benda ini. Kata Faoel, tjap batik jang terboeat dari kajoe ini didapatnja dari tempat oesaha boelik dia jang soedah lama meninggalkan alat itoe, jakni sedjak moelai berganti menggoenakan tjap batik jang terboeat dari tembaga.

Benar-benar hanja itoe informasinja. Sebab saat saja tanja itoe djenis motif apa poen, Faoel hanja menggeleng, gelengan jang tjoekoep bagi saja oentoek memahami bahwa dia djoega tidak tahoe banjak. Ketjoeali dia hanja bilang bahwa jang djelas itoe benda soedah ada sedjak oesaha itoe dirintis.

Akhirnja saja hanja mendoega-doega, moengkin tjap batik jang terboeat dari kajoe ini adalah generasi tjap batik sebeloem tembaga. Sekali lagi pakai kata "moengkin" lho, ketjoeali ada jang berbaik hati membagi pengetahoean tentang benda ini, saja pasti akan mengoetjapkan terima kasih tak terhingga oentoek ilmoenja.
More aboutTJAP BATIK DARI KAJOE

LODONG KATJA

Diposting oleh Unknown

Barang ini mengingatkan saja saat embah saja masih boeka waroeng di koplak (seboetan oentoek terminal kereta koeda) Prambanan doeloe. Di atas medja djati di waroeng itoe, berderet lodong katja seperti ini.
Hanja, oekoerannja jang beda. Djika jang saja dapat ini oekoeran sedang dan ketjil, lodong di waroeng embah doeloe hampir semoeanja beroekoeran besar, di antaranja oentoek menampoeng emping melindjo dan rempejek katjang jang diameternja hampir sama dengan piring makan.

Sajangnja, tidak ada satoe poen jang tersisa. Soedah petjah semoan, kata paklik, anak embah saja. Beroentoeng saat djalan ke Delanggoe oentoek memenoehi oendangan kawan saja jang menggelar atjara dongeng bahasa Djawa oentoek anak-anak di kampoengnja, saja menemoekan doea lodong katja ini di seboeah waroeng rokok. Doeloe, lodong ketjil itoe oentoek djoealan kapoer baroes, kata pemilik waroeng itoe. Sedangkan jang oekoeran sedang dia tidak ingat persis.
More aboutLODONG KATJA

BEDAK BAJI #1

Diposting oleh Unknown on Jumat, 21 November 2008

Sebeloem moentjoel begitoe banjak merk bedak baji sebagaimana jang beredar sekarang, doeloe, saja hanya mengenal satoe merk bedak baji, jakni Rita. Roepanja, saat itoe poen sebetoelnja soedah banjak pilihan poela bagi iboe-iboe jang memerloekan bedak baji.
Marcia salah satoeanja. Bedak ini saja temoekan di seboeah toko kelontong toea di Solo. Label harga jang masih menempel pada kemasan bedak itoelah jang memboeat saja tertarik membelinja. Rp 32.50 alias tiga poeloeh doea roepiah limapoeloeh sen.
Tidak ada petoendjoek ataoe djedjak waktoe jang bisa dibatja dari kemasan bedak itoe. Pendjoealnja poen soedah tidak ingat lagi tahoen berapa dia koelak bedak itoe. Tetapi, melihat harga jang tertera pada label jang masih oetoeh itoe, rasanja tidak moengkin djoega kalaoe itoe produk bedak 10 ataoe bahkan 20 tahoen jang laloe, sepertinja lebih dari itoe.
More aboutBEDAK BAJI #1

KASET DJADOEL #4

Diposting oleh Unknown on Kamis, 20 November 2008

Karena tertjantoemnja nama Evy Soenarko-lah saja berminat membeli kaset-kaset ini. Sebab, belakangan kemoedian saja tahoe, Solo--selain Sang Maestro keroncong Gesang dan Si Walang Kekek Waldjinah jang soedah sangat kita kenal--di era 70-an ternjata djoega menjimpan artis ternama di doenia musik. Sebetoelnja, saja lebih doeloe mengetahoei sosok ini sebagai pedjabat Pemkot Solo jang soeka ngemsi (menjadi MC) pada atjara-atjara jang digelar Pemkot sendiri.
Kali pertama saja menemoekan salah satoe kaset (alboem Dara Jelita) terseboet, Evy Soenarko jang bernama asli Febria "Evy" Roekmi itoe masih mendjabat sebagai Kasoebdin Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata, Kesenian dan Boedaja (Disparsenboed) Solo. Dari foto di sampoel kaset itoelah saja tahoe bahwa ternjata pedjabat Pemkot jang soeka ngemsi itu ternjata doeloenja artis, penjanji.
Di alboem itoe, Evy berkolaborasi dengan Mus Mulyadi dan Shunny. Ada satoe lagoe jang dinjanjikan sendiri oleh Evy, doea lagoe doeet dengan Mus Mulyadi, sisanja; enam lagoe dinjanjikan Mus Mulyadi dan tiga lagoe dibawakan oleh Shunny.
Kaset kedoea adalah alboem jang bertitel Sinar Disco. Pada alboem ini, porsi kontriboesi Evy bertambah. Dari 14 lagoe jang pada alboem terseboet, enam di antaranya dibawakan oleh Evy, kemoedian toejoeh lagi oleh Mus Mudjiono dan satoe lagoe dinjanjikan Ida Eliza bersama Antara Group.
Sementara pada kaset ketiga jang memoeat lagoe-lagoe pop Djawa, selain Mus Mulyadi, alboem ini djoega melibatkan Titiek Sandhora, Ervina dan Yuliatin. Lima lagoe dibawakan oleh Evy di alboem ini.
Menoeroet pengakoeannja, karir menjanji dirintis sedjak masih doedoek di kelas VI sekolah dasar (SD). Soal soedah terlibat di berapa alboem, Evy hanja mendjawab "banjak...", sedang perihal kapan oendoer diri dari doenia njanji hingga kini saja beloem mendapatkan djawabannja. Jang djelas, Evy djoega bilang," Saja malah tidak poenja kasetnja...."
Setelah beberapa lama menduduki posisi poentjak di Disparsendoed, jakni sebagai Kepala Dinas, kini djabatan Evy di Pemkot Solo adalah Kepala Dinas Koperasi & UKM.
More aboutKASET DJADOEL #4

KASET DJADOEL #3

Diposting oleh Unknown

Ma, ma, ma, ma, Rama, ana maling
Tulungana anakmu lagi kelangan
Ma, ma, ma, ma, Rama, ana maling
Rina wengi kelap kelip ra karuan
Ma, ma, ma, ma, Rama, ana maling
Yen aku edan apa Rama ra kelangan? Nyekel maling mestine yo digebuki
Tobat Rama luwih becik aku mati
E, e, e, e, thole, malinge apa nggegirisi?
Tobat Rama, malinge niku edi peni Sing digawa apa?
Niki sing ten njero niki
Ing njero ngendi?
Niki sing gemandhul niki..
Niki lo ten njero dhadha
Ati kula sing digawa lunga Ngono ya ngono
Ngona ngono ning aja ngono...
Ngono ya ngono
Ngona ngono ning aja ngono...


Di waktoe ketjil doeloe, saja akrab sekali dengan sjair lagoe berdjoedoel Romo Ono Maling (penoelisan jang betoel sesoenggoehnja Rama Ana Maling) itoe. Dan, saja kira, kawan-kawan sekerdja saja poen demikian. Sebab, ketika saja tanjakan ke mereka, hampir semoeanja mengakoe mengenal lirik terseboet. Bahkan sebagian di antara mereka langsoeng mendendangkannja.

Seperti lagoe Tjoebit Tjoebit-annja Si Ratoe Dandoet Elvy Sukaesih, lagoe Romo Ono Maling ini poen di masannja disoekai kalangan toea hingga anak-anak. Doeloe, saja tak menjangka djika lagoe berbahasa Djawa ini djoestroe dipopoelerkan oleh Eddy Silitonga jang penjanji Batak itoe.

Sebab saat menjanjikan lagoe-lagoe jang kesemoeanja berbahasa Djawa di alboem ini, tidak tampak adanja ketjanggoengan sama sekali. Termasoek kalaoe kita melihat penampilan Eddy Silitonga di sampoel kaset terseboet, jang dibaloet dengan pakaian Djawa. Istilah orang Djawa; blas ra ketok mBatake...

Di alboem jang bertitel sama dengan djoedoel lagoe di atas, jakni Romo Ono Maling ini Eddy Silitonga menjanjikan toejoeh lagoe, masing-masing; Romo Ono Maling, Ben Aku Sing Sengsoro, Klemben Klemben-Roti-Roti, Mbak Ayu Retno, Yen Dudu Kowe, Ojo Dumeh, Opo Karepe, jang kesemuanja berada di side A, dengan iringan De Meicy.

Sementara pada side B djoega terdapat toejoeh lagoe jang kesemoeanja dinjanjikan oleh Christine. Christine siapa saja tidak tahoe, sebab banjak sekali penjanji jangan namanja mengandoeng Christine. Jang djelas pasti boekan Maria Christine (maksoednja Kristin), salah satoe pemain boeloetangkis idola saja itoe.
More aboutKASET DJADOEL #3

TAPAL GIGI

Diposting oleh Unknown

Semoela, bingoeng djoega saja, apa jang maoe ditoelis soal doea merk tapal gigi ini. Sebab, saat saja tjoba tari tahoe mengenai kedoeanja ke teman-teman kerdja maoepoen kolega di loear kantor, semoeanja menjawab seragam; tidak tahoe. Mereka rata-rata mengenal merk tapal gigi jang sekarang masih beredar di pasaran, matjam; Pepsodent, Ciptadent, Ritadent, dll.

Oentoeng ada Pak Moeljanto Oetomo, bos saja jang akhirnja mendjawab rasa penasaran saja. Beliaoe mengakoe selain mengenal bahkan pernah menggoenakan kedoea djenis tapal gigi terseboet. "Jang boengkoesnja merah teroes toelisannja poetih kan?" tanja balik Pak Moel jang sekaligoes menandakan bahwa beliaoe memang tahoe tapal gigi merk Nasional jang saja tanjakan.

Begitoe djoega ketika saja tanja soal Superdent. Pak Moel langsoeng menjahoet dengan kalimat," Itoe kan jang di boengkoesnja ada gambar tjewek djadoel dengan pose senjum." Kata Pak Moel djoega, kedoea tapal gigi itoe beredar di pasaran pada dekade 1970-an. Djangan-djangan saja malah beloem lahir waktoe itoe.
More aboutTAPAL GIGI

SAMPO BOEBOEK #2

Diposting oleh Unknown on Rabu, 19 November 2008

Ini masih soal ramboet, tepatnja soal sampoe boeboek lagi. Pada bagian akhir toelisan "SAMPO BOEBOEK #1" terdahoeloe, saja menjampaikan harapan soeatoe ketika bisa menemoekan sampo boeboek merk Tancho.

Hari ini saja beroentoeng, sangat beroentoeng bahkan. Sebab, selain akhirnja menemoekan sampo boeboek merk Tancho (doea djenis sekaligoes bahkan) jang memang soedah lama saja tjari, saja djoega djadi tahoe bahwa selain Tancho, Kao Feather (doea merk jang paling saja kenal), dan Djempol, ada djoega sampo boeboek merk Clinic.

Doea djenis sampo boeboek jang saja temoekan adalah; Tancho Egg Cinditioning Shampoo dan Tancho Youth Shampoo. Sementara pada boengkoes sampo boeboek Clinik tertoelis; Clinic Anti Dandruff Shampoo - Menghilangkan Ketombe Dari Rambut dan Kulit Kepala.

Satoe lagi adalah sampo boeboek Kao Feather, jang di boengkoenja tertoelis; Kao Feather Shampoo - Rambut Menjadi Bersih Segar. Sampo ini saja beli karena berbeda dengan Kao Feather jang saja peroleh sebelumnja, di mana di boengkoes Kao Feather terdahoeloe bertoeliskan; Anti Ketombe - Kao Feather Anti Dandruff Shampoo - Mengandung Z-pt.
More aboutSAMPO BOEBOEK #2
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...