TJANGKIR ALOEMINIOEM

Diposting oleh Unknown on Selasa, 27 Januari 2009


Ide mentjari tjangkir aloeminioem ini datang dari iboe saja. Waktoe beliaoe minta dibelikan tjangkir blek/gembreng jang oleh kebanjakan warga kampoeng saja digoenakan oentoek ngirim (istilah oentoek aktivitas mengirim makanan bagi tetangga/tenaga jang tengah mengerjakan sawah), begitoe soedah dapat barang itoe, tiba-tiba iboe saja teringat bahwa doeloe beliaoe djoega sering menggoenakan tjangkir aloeminioem.

"Masih ada jang djoeal nggak ja tjangkir aloeminioem?" tanja iboe saja. Sedjoemlah toko jang biasa mendjadi target lokasi perboereoan saja datangi. Dari sekian banjaknja, roepanja hanja satoe jang poenja. Itoe poen tinggal empat bidji, tidak lebih. "Barangnja soedah tidak keloear lagi," udjar pemilik toko itoe.

Pada salah satoe tjangkir berdiameter toedjoeh tjeentimeter itoe masih melekat label, meski soedah tidak oetoeh lagi. Label berbentoek lingakaran berwarna darah merah itoe menjisakan gambar onta warna hitam, serta toelisan aloeminioem serta L/N, jang saja tidak tahoe apa maknanja.

More aboutTJANGKIR ALOEMINIOEM

OEANG KOIN#1

Diposting oleh Unknown

Salah satoe program almarhoem Presiden Soeharto jang popoeler di era Orde Baroe adalah Keloearga Berentjana (KB). Program itoe dirasa tjoekoep efektif mengendalikan ladjoe pertoemboehan pendoedoek. Bahkan, pada pertengahan 2006 laloe, pada poentjak peringatan Hari Keloearga Nasional, Presiden Soesilo Bambang Joedojono poen menjatakan perloenja menggalakkan kembali program Keloearga Berentjana.
Pada masanja doeloe, di samping karena memang soedah popoeler, saja djoega selaloe diboeat ingat akan prigram itoe, karena dalam keseharian simbol program itoe tertera pada oeang djadjan saja, salah satoenja pada oeang koin Rp 5. Pada waktoe itoe, berangkat sekolah berbekal beberapa keping oeang KB itoe sadja soedah gagah bagi kami. Sebab, dengan beberapa keping itoe, saja soedah bisa mendapatkan aneka djadjanan matjam sempe jang gedenja sepiring-piring makan itoe, slondok dalam ikatan tali bamboe, serta es segar bertaboer potongan-potongan roti tawar. Kini? Djangan tanja. Djadjanan di sekolah anak saja rata-rata harganja soedah 100 kali lipat dari nilai oeang KB itoe. Weleh...
More aboutOEANG KOIN#1

BOTOL SOESOE KATJA#1

Diposting oleh Unknown

Djoejoer sadja, saja tidak tahoe banjak soal benda ini. Namoen, jang saja tahoe, botol soesoe oentoek ngedot jang saja kenal sedjak saja ketjil doeloe hingga saat ini kebanjakan berbahan plastik. Makannja, ketika saja singgah di salah satoe waroeng dan pemilik waroeng itoe menawarkan kepada saja botol soesoe katja ini, saja tertarik. Dia bilang, botol soesoe djenis itoe memang soedah djarang digoenakan sekarang. Kaleopoen ada, moengkin di roemah sakit-roemah sakit. Beberapa kali ada jang beli, namoen kata pemilik waroeng itoe, mereka boekan belie botol terseboet oentoek wadah soesoe, melainkan oentoek wadah air raksa.
More aboutBOTOL SOESOE KATJA#1

KOTAK PENSIL

Diposting oleh Unknown on Senin, 26 Januari 2009

Masih ingat Chiki Balls? Djadjanan era 80-an jang sangat popoeler di kalangan anak-anak, termasoek saja jang di era itoe memang masih anak-anak. Ada beragam pilihan rasa jang ditawarkan, di antaranja rasa kedju dan tjokelat. Namoen, boekan djadjanannja itoe jang akan saja bahas kali ini, melainkan hadiah dari djadjanan terseboet.

Doeloe, selain hadiah langsoeng beroepa gambar tempel, di dalam boengkoes Chiki djoega tertjetak koepon jang bisa digoenting laloe dikirim djika seseorang ingin mengikoeti program berhadiah terseboet. Dan, salah satoe paket hadiahnja adalah alat toelis, ada kotak pensil, kemoedian pensil itoe sendiri, penghapoes dan sebagainja.

Saat bantoe kedoea anak saja membongkar mainan mereka jang ditampoeng di dalam karoeng dan kardoes-kardoes, tiba-tiba saja menemoekan doea kotak pensil Chiki ini. Barang inilah jang lantas menarik ingatan saja kepada djadjanan favorit saja di waktoe ketjil doeloe...
More aboutKOTAK PENSIL

BAKI BLEK#1

Diposting oleh Unknown


Baki adalah istilah jang lazim digeonakan oleh masjarakat di kampoeng saja oentoek menjeboet nampan. Di beberapa wilajah lain, barang ini dikenal djoega dengan seboetan beri. Istilah jang terakhir itoe saja ketahoei dari kawan-kawan sekerdja di kantor, jang daerah asal mereka memang beragam.

Moelanja, saja tertarik dengan baki ini karena terboeat dari blek (gembreng). Dan, saja makin tertarik setelah membalik baki (jang saat saja temoekan di seboeah waroeng dipadjang dalam posisi tengkoerap) dan melihat gambarnja. Titik Sandhora, dan berkat petoendjoek salah satoe kawan sekerdja poela saja tahoe satoenja lagi adalah Tanti Yosepha.

Sedjoemlah referensi jang saja batja menjeboetkan, kedoeanja adalah penjanji wanita era 60-an. Djoedjoer saja tidak tahoe banjak soal Tanti Yosepha. Begitoe poen Titik Sandhora, ketjoeali saja tahoe bahwa penjanji ini doeloe sangat popoeler dengan lagoe; Si Djago Mogok.

Meski begitoe, ketidaktahoean terseboet tidak megoerangi minat saja oentoek menambahkan barang terseboet ke deretan koleksi saja. Sebab bagi saja, tahoe satoe hal, bahwa kedoanja adalah artis djadoel itoe saja djoega soedah tjoekoep oentoek saja djadikan alasan mengoleksi barang terseboet.
More aboutBAKI BLEK#1

SANDAL LILY

Diposting oleh Unknown


Ini sandal favorit kakek saja doeloe. Ada doea model jang saja kenal dari sandal djenis ini, jakni djepit dan selop. Di kampoeng saja, sandal ini lebih dikenal dengan seboetan; sandal lily. Merknja LILY memang, dan kita tahoe, banjak djenis barang jang dalam perkembangannja orang kemoedian menjeboetnja dengan merk barang itoe sendiri.

(Boekan bermaksoed promosi) Honda misalnja, sampai sekarang sebagian warga kampoeng masih menggoenakannja oentoek menjeboet segala matjam sepeda motor, bahkan oentoek motor jang soedah djelas-djelas merknja boekan Honda sekalipoen. Maka, noempak (mengendarai) Honda bagi warga di kampoeng saja, beloem tentoe motor jang dikendarai itoe merknja Honda.

Kembali lagi ke soal sandal. Ketika saja kenakan sandal lily itoe di moeshala kantor, sebagian kawan jang melihat memberi reaksi jang boleh dibilang seragam; waaa... sandal djaman mbahkoe doeloe. Kata mereka, sandal lily jang model selop itoe lebih djadoel ketimbang jang model djepit. Saja sendiri koerang pasti soal itoe. Tetapi jang djelas, saja memang mengenal sandal djenis ini dari kakek-kakek saja doeloe.
More aboutSANDAL LILY

DJAM WEKER#1

Diposting oleh Unknown

Di masa-masa sekolah menengah doeloe, saja masih menggoenakan djam weker model ini. Djam ini bekerdja kalaoe kita tidak loepa memoetar pegasnja melaloei pemoetar jang ada di bagian belakang djam terseboet. Biasanja, doeapoeloeh empat djam sekali kita moesti memoetar pegas itoe, oentoek mendjaga agar djam terseboet tetap bekerdja.

Selain pemoetar pegas jang meroepakan "njawa" djam terseboet, di bagian belakang djam itoe djoega terdapat tiga pemoetar lain jang masing-masing berfoengsi oentoek mengatoer (menjesoaikan) posisi djaroem djam, kemoedian pengatoer alaram serta pemoetar pegas jang terhoeboeng dengan pemoekoel bel jang bakal berboenji pada djam sesoeai dengan jang kita kehendaki saat menjetel alarm.

Kini, djam weker dengan tampilan loear model ini memang masih bisa kita temoei di toko-toko djam. Namoen, djangan kaget bila peran pemoetar-pemoetar pegas tadi soedah tergantikan oleh baterai. Moengkin karena orang sekarang memang lebih soeka praktisnja, dengan kata lain, bila peran pemoetar pegas itoe soedah diambil alih oleh baterai, maka penggoena djam terseboet tidak perloe lagi soesah-soesah mengingat; itoe pegas soedah dipoetar beloem ja...? (Out of Stock)
More aboutDJAM WEKER#1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...